Minggu, 11 April 2010


MULTIMETER

0
Multimeter adalah alat pengukur listrik yang sering dikenal sebagai VOM (Volt/Ohm meter) yang dapat mengukur tegangan (voltmeter), hambatan (ohm-meter), maupun arus (amper-meter). Ada dua kategori multimeter: multimeter digital atau DMM (digital multi-meter)(untuk yang baru dan lebih akurat hasil pengukurannya), dan multimeter analog. Masing-masing kategori dapat mengukur listrik AC, maupun listrik DC

Fungsi dasar Multimeter :
• Amperemeter DC
• Voltmeter DC
• Voltmeter AC
• Ohmmeter

Multimeter sering dignakan dalam pengukuran besaran-besaran listrik . Selain itu alat ini juga atau biasa disebut AVO (ampere, volt, dan ohm) meter yang artinya suatu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kuat arus listrik (I) dengan satuan ampere, mengukur tegangan listrik (V) dengan satuan volt, dan untuk mengukur besarnya tahanan listrik (W) dengan satuan ohm.
Kegunaan multimeter ini selain untuk mengukur besaran-besaran listrik juga sangat berguna untuk mencari dan menemukan gangguan yang terjadi pada semua jenis pesawat atau alat-alat elektronika.
Pengelompokan multimeter
• Analog
– menggunakan peraga jarum moving coil
– besaran ukur dasar arus
• Non-elektronis
• Elektronis
• Digital (elektronis)
– menggunakan peraga bilangan digital
– besaran ukur dasar tegangan yang dikonversi ke sinyal digital

Multimeter Nonelektronik

• Spesifikasi utama
– batas ukur dan skala tegangan searah (DC&ac), arus (DC), dan resistansi
– sensitivitas pengukuran tegangan dalam W/V
– ketelitian dalam %
– jangkauan frekuensi tegangan bolak-balik yang mampu diukur (misalnya antara 20 Hz - 30 KHz).
– batere yang diperlukan

Multimeter Elektronis
• Besaran ukur dasar berupa tegangan
– Rangkaian input menggunakan tabung vakum atau
FET agar
– sensitivitas tinggi
– Analog peraga tetap moving coil
• Nama lain (untuk analog)
– Viltohmyst
– VTVM (Vacuum Tube Volt Meter)
– Solid State Multimeter
– Transistorized Multimeter

Penggunaan Multimeter digital


• Sensitivitas tinggi dalam puluhan MW
• Mengukur besaran dasar tegangan menggunakan ADC
• Umumnya autoranging

1. Pengukuran Arus DC Analog
• Menggunakan meter arus moving coil
• Arus besar dibagi melalui shunt resistor

2. Pengukuran Tegangan DC Analog
• Menggunakan moving arus moving coil dengan resistor
• Tegangan besar dibagi melalui series resistor

3. Pengukuran Tegangan AC
• Menggunakan rangkaian penyearah
• Umumnya hanya berlaku untuk bentuk gelombang sinusoid
• Untuk pengukuran akurat harus menggunakan multimeter true rms


Penggunaan Multimeter Analog


• Sebelum mengukur
– Baca spesifikasi, perhatikan penempatan meter yang benar
– Perhatikan posisi nol jarum, set hanya bila diperlukan
• Saat membaca
– Manfaatkan cermin

1. Pengukuran tegangan dan arus
• Sebelum mengukur
– Perhatikan polaritas!
– Untuk tegangan tinggi perhatikan aturan penggunaan probe
• Saat mengukur
– Mulai dari skala terbesar!
– Turunkan skala penuh hingga diperoleh skala maksimum tanpa overflow

2. Pengukuran Arus
• Mengukur arus pada keadaan hot (arus besar, rangkaian induktif!)
– Hubungkan ammeter paralel dengan jalur arus pada titik ukur skala terbesar
– Putus hubungan jalur di atas hingga arus pindah lewat meter
– Hubungkan singkatkan kembali ammeter setiap hendak memperkecil skala

Mengukur Resistansi
• Pengukuran resistansi
– Set arus maksimum pada setiap perubahan skala
– Gunakan skala yang memberi penunjukan meter di tengah skala


Menggunakan Multimeter sebagai Volt Meter

1. Pasang Kabel hitam ke COM (Ground), dan pasang Kabel Merah ke Lubang paling kanan (V/Ohm).
2. Tentukan object pengukuran, misalnya akan mengukur battere Nokia yg berkapasitas 3,7V.
3. Lihat skala pada Multitester pd bagian V (Volt) ada dua yaitu:
DC Volt -- (Tegangan searah) : Tegangan Batere, Teg. Output IC Power, dsb (Terdapat Polaritas + dan -)
AC Volt ~ (Tegangan Bolak Balik) : Tegangan PLN, dan sejenisnya.

Umumnya yg digunakan dalam pengukuran arus lemah seperti pengukuran ponsel, dll dipilih yg DC Volt --

Setelah dipilih skala DC Volt, ada nilai2 yg tertera pada bagian DC Volt tsb. Contoh:

200mV artinya akan mengukur tegangan yg maximal 0,2 Volt
2V artinya akan mengukur tegangan yg maximal 2 Volt
20V artinya akan mengukur tegangan yg maximal 20 Volt
200V artinya akan mengukur tegangan yg maximal 200V
750V artinya akan mengukur tegangan yg maximal 750V

Gunakan skala yg tepat utk pengukuran, misal Battere 3,6 Volt gunakan skala pada 20V. Maka hasilnya akan akurat mis terbaca : 3,76 Volt.

Jika menggunakan skala 2 V akan muncul angka 1 (pertanda overload/ melebihi skala)
Jika menggunakan skala 200V akan terbaca hasilnya namun tdk akurat mis terbaca : 3,6V atau 3,7 V sja (1digit belakang koma)
Jika menggunakan 750V bisa saja namun hasilnya kaan terbaca 3 atau 4 volt (Dibulatkan lsg tanpa koma)

Setelah object pengukuran sdh ada, dan skala sdh dipilih yg tepat, maka lakukan pengukuran dgn menempelkan kbl merah ke positif battere dan kabel hitam ke negatif batere. Akan muncul hasil pengukurannya.

Jika kabel terbalik hasilnya akan tetap muncul, namun ada tanda negatif didepan hasilnya. Beda dgn Multitester Analog. Jika kbl terbalik jarum akan mentok kekiri.

NB : jika Multitester ada tombol DH, artinya Data Hold. Jika ditekan maka hasilnya akan freeze, dan bisa dicatat hasilnya.

Menggunakan Multimeter Digital sebagai pengukur arus rangkaian


1. Pindahkan kabel merah ke 20A. Dan kabel hitam tetap di COM (ground). Dipilih lobang 20A karena akan mengukur arus yg > 0,2 A.

Misalnya akan mengukur arus pengisian battere. Salah satu cara antara lain salah satu kabel charger dipotong. Dan masing2 kabel ditempelkan ke kabel merah & kabel hitam Multitester. Lakukan pengukuran saat ponsel dicharger. Misalnya nilai yg tertera 0,725 berarti arus pengisian sebesar 0,725 A alais 725 mA.

Atau mencabut Sekring (Fuse) lalu tempelkan msg2 kbl ke msg kutub sekring pd PCB. Lalu ukur hasilnya.

Mengukur Batere Lithium Original atau Palsu.

1. Kabel Merah tetap di 20A, kbl hitam di GND.
2. Skala tetap di 20A
3. Tempel kabel Merah di + batere
4. Tempel kbl hitam di - batere
5. lihat hasil yg muncul :
Jika secara refleks, menunjuk ke angka tertentu dan kembali ke Nol, pertanda Batere Lithium asli.

Jika hasilnya menunjuk ke angka tertentu, dan stabil. Pertanda Batere Lithium palsu, dan cept2 cabut kbl dari Batere. Karena Batere akan menjadi panas.. karena didalamya tdk ada rangkaian IC Pengontrolnya.

Untuk Batere lithium asli, walaupun kbl ditempel terus ke batere, tdk masalah...

Makanya sering ponsel panas atau bahkan meledak saat dicharging. Karena menggunakan Batere Lithium palsu. Yg tdk ada rangkaian IC pengontrolnya. Sehingga saat batere Penuh. Sensor BTEMP tdk bekerja. Maka batere yg telah penuh tsb akan terus terisi sehingga menjadi panas panas dan akhirnya dpt mengakibatkan kerusakanpada ponsel, atau bahkan bisa saja batere menjadi kembung da dpt meledak. Oleh karen itu gunakan selalu batere yg asli Lithium yg mengandung IC Pengontrol short Circuit didalamnya.

0 komentar:

Posting Komentar